Politik Itu Penjara Sepi

Tags

, , , , , , , ,

Politisi tak dilahirkan, mereka dikeluarkan. Itu kata penulis, politikus, dan pengacara Romawi: Marcus Tullius Cicero. Tak ada proses alamiah buah-membuahi—menyubur dalam kandungan—persalinan. Sepasang orang tua atau organisasi boleh saja menyiapkan anak-anak atau kader mereka untuk berada di dunia politik, tapi tak ada yang bisa menentukan kapan masa yang tepat untuk bergulat di dunianya.

Perjalanan politik Sabam persis seperti diungkap Cicero, 50 tahun sebelum masehi. Ia nyaris tanpa rencana terlibat dalam kepengurusan pusat Parkindo, menjadi pendiri Partai Demokrasi Indonesia, lalu Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan. Sejarah politik Sabam terentang sejak masa Soekarno hingga putrinya—Megawati Soekarnoputri—menjadi presiden. Sesungguhnya sekarang pun Sabam belum beringsut dari politik.

Apa sebab? Apa karena tak punya keterampilan selain politik? Continue reading »

Pancasila Itu Terbuka

Tags

, , , , , , ,

Satu hari sesudah Sabam Sirait melakukan interupsi di Sidang Umum MPR 1993, sekelompok pemuda berkumpul di sebuah rumah di Jl Kramat, Jakarta Pusat. Itu rumah yang sangat lusuh, penuh sawang, lantai kotor, puntung rokok di beberapa tempat, dan rumput tak terawat di halaman yang amat kecil. Anak-anak muda yang berkumpul berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) garis keras.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Marhaen (GRM), Selamat Ginting, yang tinggal di dekat tempat itu hadir. Pada masa Soekarno, ia adalah Ketua Departemen Organisasi Partai Nasional Indonesia (PNI). Ia pernah dipecat dari partai itu karena dianggap termasuk faksi ASU (Ali-Surachman), lawan faksi Osa-Usep (Osa Maliki-Usep Ranuwidjaja). Setelah namanya direhabilitasi, Ginting menolak masuk kembali ke PNI. Tahun 1981 ia mendirikan GRM.

Kepada anak-anak muda itu Ginting berujar, “Kalian tidak mengerti bahwa Bung Sabam sudah memberi hint? (Interupsi) itu sebenarnya petunjuk ideologis buat kita, tapi gerakan kok tidak jalan? Sebetulnya itu adalah petanda dimulainya gerakan revolusioner.” Continue reading »

Twit Menyaur Sahur

Sekadar salin pasta dari twit @airlambang #KBBI:

Sebaik-baik saur adalah mereka yang lahir di bawah naungan taurus, wrisaba. #KBBI

Saur, bersaur, berbelit, berkait, bertaut, berpaut. #KBBI

Saur atau sahur? #KBBI menyuruh: sahur. Tapi ia menganjurkan salat, bukan shalat dan azan bukan adzan. Maka sepatutnya: saur.

Kelak, pagi pertama bulan syawal, umat salat Idulfitri, bukan Idul Fitri. #KBBI

@VIVAnews memberitakan @anasurbaningrum akan umroh. Tidak betul. Yang betul: berangkat umrah. #KBBI

Umrah, kata Ibu saya: haji kecil. Kalau haji besar gelarnya: H. Haji kecil: h, Bu? #ah

Pemerintah RI tak pernah santuni sastrawannya: http://bit.ly/ovFjK1 Memang tak boleh. Yang boleh: menyantun a/ menyantuni. #KBBI @VIVAnews

Mau singkat, ‘menjamu’ jadi ‘jamu’: http://bit.ly/pMG3g1 Sebaiknya: menjamu. Mérek jamu Arsenal-Tottenham susah menyaingi jamu Jago. #KBBI

Kini kita masuk ke pertengahan ramadan. Kalau ramadhan, itu Pohan. #KBBI

Ustad Solmed mempromosikan keunggulan malam lailatul qodar. Malam itu tidak ada. Yang ada: lailatulkadar atau laylat al-qadr. #KBBI

Lailatulkadar ini malam jackpot. Beribadah di malam ini pahalanya berlipat-lipat, berganda-ganda.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan semestinya tak perlu ada. Salah dan boros. Lebih baik: Imsakiah Ramadan. #KBBI

Nyaris gak penting. Menunggu saur pun tidak.

Tempora Ajeg

Tempora mutantur nos et mutamur in illis.
Kabarnya waktu yang bergerak, mengikutkan manusia bergerak pula di dalamnya. Bergerak, berubah, beranjak. Tapi aku ajeg, infinit, berdiam. Baka, qadim, lestari. Buatmu.

Pahlawan

Tags

, ,

| Kepada Gus Dur

Pahlawan nasional tidak banyak jumlahnya. Biasanya diberikan tiap tanggal 10 Nopember, memperingati hari pahlawan. Sampai tahun 2009, jumlah pahlawan nasional ada 149 orang. Mungkin karena gelar ini terlampau prestise dalam suatu negara. Gelar pahlawan terakhir diberikan kepada Laksda TNI (purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie), Herman Johanes dan Achmad Subardjo, November tahun lalu. Continue reading »

Ada Revolusi Setiap Hari

Tags

, , , , ,

Kepada AHD

Amir HusinSaban perayaan hari kemerdekaan sering muncul pertanyaan, “apa kita benar-benar sudah merdeka.” Tanpa bermaksud mengecilkan kerja keras orang-orang tua yang memproklamasikan kemerdekaan dan mempertahankan kondisi yang telah diumumkan itu, tanya dan jawab tentang merdeka adu tinggi dengan pemanjat pohon pinang. Kebetulan hari-hari ini sedikit ada panjat pinang karena perayaan kemerdekaan berbarengan dengan bulan ramadan, seperti 1945 juga.

Makna merdeka sering dibedakan antara merdeka ‘dari’ dan merdeka ‘untuk’. Sari merdeka, seperti disampaikan Franklin Delano Roosevelt, 6 Januari 1941, dalam The Four Freedom meliputi: merdeka dari kemiskinan, lalu merdeka dari ketakutan dan merdeka untuk berpendapat serta merdeka untuk beribadah. Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.