Tags
Cicero, islam, marcus tullius cicero, megawati soekarnoputri, Parkindo, partai demokrasi indonesia perjuangan, religion, Rendra, Sabam Sirait
Politisi tak dilahirkan, mereka dikeluarkan. Itu kata penulis, politikus, dan pengacara Romawi: Marcus Tullius Cicero. Tak ada proses alamiah buah-membuahi—menyubur dalam kandungan—persalinan. Sepasang orang tua atau organisasi boleh saja menyiapkan anak-anak atau kader mereka untuk berada di dunia politik, tapi tak ada yang bisa menentukan kapan masa yang tepat untuk bergulat di dunianya.
Perjalanan politik Sabam persis seperti diungkap Cicero, 50 tahun sebelum masehi. Ia nyaris tanpa rencana terlibat dalam kepengurusan pusat Parkindo, menjadi pendiri Partai Demokrasi Indonesia, lalu Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan. Sejarah politik Sabam terentang sejak masa Soekarno hingga putrinya—Megawati Soekarnoputri—menjadi presiden. Sesungguhnya sekarang pun Sabam belum beringsut dari politik.
Apa sebab? Apa karena tak punya keterampilan selain politik? Continue reading »
