Sebuah Wawancara

Ini penggalan wawancara di suatu tempat di Indonesia, 2012. Materi wawancara mula-mula mengenai manipulasi lahan yang dijadikan perkebunan perusahaan multinasional. Lalu narasumber menyinggung soal penerapan kebijakan pemerintah. Terjadilah percakapan berikut:

Narasumber: Pemerintah pusat tidak konsisten dalam menerapkan kebijakannya untuk daerah ini. Ini bahaya yang sewaktu-waktu bisa menjadi bom waktu. Bisa meledak.

Reporter (kebetulan saya): Tidak konsisten bagaimana?

Narasumber: Tidak konsisten. Kelihatan sekali tidak konsisten.

Reporter: Mungkin bisa dijelaskan?

Narasumber: Kita tidak cukup waktu dua hari untuk menjelaskan itu. Terlalu banyak.

Reporter: Saya punya waktu banyak untuk mendengarkan, tapi barangkali bisa disebut satu atau dua contoh?

Narasumber: Kita bisa melihat dan merasakan contoh-contohnya. Masyarakat semua tahu itu. Sudah bukan rahasia lagi.

Reporter: Ya, tapi misalnya apa?

Narasumber: Kita jangan bermisal-misal atau berandai-andai. Ini fakta. Kalau dibiarkan menjadi bom waktu seperti saya bilang.

Lalu saya membakar rokok, dan menawarkan kepadanya. []

One thought on “Sebuah Wawancara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s