Ikhtiar “Mea Culpa”

— Film Green Zone

Paul Greengrass kembali mengarahkan Matt Damon. Ini kali dalam Green Zone yang ditulis oleh Brian Helgeland. Mula-mula karya ini didasarkan pada buku wartawan Washington Post, Rajiv Chandrasekaran (Imperial Life in the Emeral City: Inside Iraq’s Green Zone, 2006) yang menceritakan persiapan penyerangan Amerika Serikat ke Irak dan situasi beberapa bulan sesudahnya. Namun ide berkembang, diantaranya karena: Judith Miller.

Nama Miller diambil oleh Helgeland untuk tokoh yang diperankan Matt Damon, Peltu Roy Miller yang bertugas mencari keberadaan senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD). Di luar film ada Miller bernama depan Judith, wartawan New York Times di Washington DC yang pernah menerima anugerah Pulitzer. Dalam Green Zone tokoh Judith Miller disamarkan bernama Amy Ryan (diperankan Lawrie Dayne) wartawan Wall Street Journal.

Green Zone atau International Zone (kerap disebut juga The Buble) adalah suatu zona internasional di pusat kota Baghdad. Kawasan ini dijadikan wilayah aman oleh Amerika setelah sukses menumbangkan kekuasaan Saddam Hussein pada 2003. Di luar wilayah itu namanya: Red Zone. Di Green Zone inilah benteng perlindungan dan tempat tinggal prajurit Amerika dan tentara koalisi, jurnalis, diplomat, pejabat pemerintahan, dan sekutu lainnya. Kawasan ini dulunya istana milik Saddam Hussein dan keluarganya, termasuk istana terbesar yaitu Republican Palace. Di sini dibuka pusat perbelanjaan, kolam renang, kafe, dan tempat hiburan malam.

Guna menyempurnakan kenyamanan dan keamanan Green Zone, kawasan ini dikelilingi kawat duri berlapis dinding beton tinggi tahan ledakan. Tank M1 Abrams,  Bradley Fighting Vehicle dan M1117 Armored Security Vehicle berjaga dari serangan. Pintu masuk hanya satu: Arbataash Tamuz Bridge atau The 14th of July Bridge yang dijaga ketat dengan pemeriksaan berlapis. Sebagai simbol pendudukan Amerika atas Irak, daerah ini sering dijadikan sasaran mortir, roket, dan bom bunuh diri. Pada tanggal 1 Januari 2009, Green Zone diserahkan kembali kepada pemerintah Irak.

Green Zone a la Greengrass adalah gugatan terhadap dogma resmi serangan AS terhadap Irak. Pemerintah George W. Bush sebelumnya berkeras bahwa Saddam Hussein menyimpan dan mengembangkan senjata biologi pemusnah massal. Bila didiamkan, Saddam Hussein akan menjadi ancaman bagi keamanan dunia. Tak ada tindakan paling tepat kecuali memeranginya.

Suatu laporan jurnalistik yang ditulis Judith Miller untuk New York Times seolah memberi afirmasi. Pada 7 September 2002 Miller bersama reporter NYT Michael R. Gordon melaporkan suatu tangkapan atas tabung metal yang bakal dikirimkan ke Irak. Tulisan Miller di halaman muka NYT mengutip “pejabat Amerika” dan “ahli intelijen Amerika” yang menyatakan bahwa tabung itu bakal digunakan untuk memperkaya material nuklir. Berdasar sumber anonim lain, “pejabat pemerintah Bush”, Miller melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Irak telah meningkatkan upaya pencarian dan perburuan bahan-bahan pembuat bom atom.

Segera setelah artikel Miller terbit, pejabat-pejabat tinggi Gedung Putih: Condoleeza Rice, Colin Powell dan Donald Rumsfeld muncul di televisi dan menunjuk laporan Miller menyumbang motif bagi AS untuk pergi berperang.

Segera pula kritik berdatangan kepada Miller. Ia menjawab, “pekerjaan saya bukanlah untuk memberi penilaian atas informasi pemerintah atau menjadi analis intelijen independen, pekerjaan saya adalah memberitahu kepada pembaca NYT tentang apa yang dipikirkan pemerintah (AS) tentang persenjataan Irak.” Posisi Miller ini tak luput dari kritik pula. Sebab, fungsi krusial jurnalis adalah menilai informasi, menanyakan kepada sumber-sumber informasi dan menganalisisnya sebelum melaporkan.

Di Green Zone karakter Judith Miller yang diubah menjadi Amy Ryan yang bertemu Roy Miller (Matt Damon). Ryan mulanya ingin menjadikan Miller sebagai narasumber tentang lokasi WMD. Ia sempat memberitahu Miller tentang seorang sumbernya yang bernama sandi: Magellan.

Pertemuan keduanya di sisi kolam renang di area hijau bermula dari kekesalan Miller yang—bersama timnya—selalu gagal menemukan lokasi WMD. Miller menduga informasi yang berasal dari intel itu tidak akurat. Dugaan Miller didukung oleh Kepala CIA di Baghdad, Martin Brown (Brendan Gleeson). Kecurigaan makin kuat setelah Kepala Intelijen Khusus Pentagon, Clark Poundstone (Greg Kinnear), bersikap menutup-nutupi berbagai informasi terutama tentang keberadaan intel yang bersandi Magellan itu.

Titik terang mulai diperoleh ketika Miller bertemu dengan seorang warga Irak bernama panggil Freddy. Orang itu memberitahu Miller tentang pertemuan rahasia para pejabat teras Partai Baath yang dipimpin tangan kanan Saddam Hussein: Jenderal Al Rawi. Segera saja mereka menggerebek rumah tempat pertemuan. Sayang Al Rawi berhasil lolos. Dari tangan pemilik rumah pertemuan itu, Seyyed, Miller memperoleh buku berisi jadual pertemuan selanjutnya. Gila, sekonyong-konyong datang pasukan khusus AS yang menangkap Seyyed dan berusaha merebut buku itu. Untung berhasil disembunyikan Miller.

Penyelidikan Miller dan Brown mulai menguak fakta adanya konspirasi Pemerintah AS untuk mengesahkan penyerangan atas Irak. Berbagai bukti yang ditemukan mengarahkan pada fakta bahwa sebenarnya program WMD tidak pernah ada. Inilah gugatan utama Green Zone: AS berbohong, tapi tak pernah keluar kata-kata “mea culpa, mea maxima culpa.”

Green Zone menunjukkan proyek perang AS atas Irak didasarkan pada kebohongan. Green Zone sekaligus menuding laporan Judith Miller di NYT: tidak benar. Miller sendiri berkali-kali berkeras tentang kebenaran laporannya. Misalnya pada Mei 2004 ia mengindikasikan bahwa truk trailer yang ditangkap di Irak menjadi bukti bahwa kendaraan itu digunakan sebagai laboratorium senjata berjalan (mobile weapons lab). Tapi, lagi-lagi, laporan Miller keliru. Editor and Publisher, suatu media otoritatif yang menyoroti industri media massa AS, menyebutkan laporan-laporan Miller kerapkali tidak memenuhi standar penulisan NYT. Ia bisa lolos dari sanksi NYT—tidak seperti Jayson Blair—karena sering menghadirkan laporan halaman utama dari sumber-sumber top-ranking.

Tapi Green Zone sekaligus membukukan diri sebagai film kedua yang terinspirasi oleh kisah Miller. Film pertama ialah Nothing but the Truth (2008) yang mengisahkan pemenjaraan terhadap wartawati Capitol Sun-Times, Rachel Armstrong (Kate Beckinsale), karena menolak mengungkap sumber anonimnya. Sebagian karakter Armstrong adalah Miller dalam kisah pengungkapan identitas agen CIA, Valerie Plame Wilson, yang sekaligus istri pensiunan duta besar AS, Joseph Wilson. Penyamaran Valerie Plame diungkap oleh wartawan The Washington Post, Robert Novak, dalam artikel 14 Juli 2003.

Identitas Valerie Plame diungkap setelah sang suami menulis di artikel di The New York Times berjudul What I Didn’t Find in Africa. Tulisan ini menyatakan bahwa pemerintah George W. Bush telah memanipulasi data intelijen demi membenarkan invasi ke Irak. Pemerintah Bush sebelumnya mengutarakan bahwa Saddam Hussein mengimpor bahan senjata nuklir dari Afrika. Impor bahan bernama uranium yellowcake yang sering disebut Bush sebagai senjata pemusnah massal itu, nyatanya tidak pernah terjadi.

Menurut UU AS, pengungkapan identitas agen CIA yang sedang menyamar oleh pejabat pemerintah termasuk tindak pidana. Setelah melalui penyelidikan panjang, nama Judith Miller tersangkut kasus ini. Ia menolak mengungkapkan narasumber yang membocorkan identitas Valerie Plame sehingga dipenjara. Belakangan baru diungkap nama si pembisik, yakni Lewis ‘Scooter’ Libby, Kepala Staf Kantor Wakil Presiden Dick Cheney.

Film ketiga yang terinspirasi Miller adalah Fair Game. Film ini didasarkan pada memoar Valerie Plame (Fair Game: My Life as a Spy, My Betrayal by the White House). Pemerannya: Sean Penn dan Naomi Watts.

Dari sisi sinematografi, Greengrass sukses menghadirkan film aksi dengan teknik kamera hand-held. Kamera terus bergoyang, mengikuti gerakan aktor-aktornya, seperti membawa mata kita ke dalam lapangan langsung. Teknik yang sama ia lakukan pada Bourne Supremacy, Bourne Ultimatum dan United 93. Tapi secara keseluruhan, ia adalah gugatan atau setidaknya ikhtiar menggugat kebohongan yang hingga hari ini tak pernah diakui oleh pemerintah AS, juga Miller. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s